Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) sukses menyelenggarakan kegiatan NGOPAI (Ngaji Obrolan PAI) pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Masjid Nur Khalifah. Kegiatan yang dimulai pukul 18.10 WITA ini berlangsung dengan lancar serta diikuti oleh peserta dengan penuh antusias.
Mengusung tema “Jadi Diri Sendiri di Tengah Tekanan Lingkungan dan Tren Anak Muda”, kegiatan ini menghadirkan pemateri, La Ode Muh. Maulana Sidiq H, S.Pd., M.Pd., yang memberikan pemaparan mendalam terkait tantangan generasi muda dalam menjaga identitas keislaman di era modern.
Dalam penyampaiannya, pemateri menyoroti bahwa arus tren digital yang semakin masif dapat memengaruhi pola pikir dan gaya hidup generasi muda. Tanpa prinsip yang kuat, kondisi ini berpotensi mengikis jati diri seorang muslim. Oleh karena itu, peserta diajak untuk memahami pentingnya memiliki landasan iman yang kokoh serta sikap bijak dalam menyikapi perkembangan zaman.
Selain itu, pemateri menekankan pentingnya menerima dan menghargai diri sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan demikian, seseorang akan lebih mampu menjaga kehormatan serta nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena yang berkembang di kalangan remaja, seperti normalisasi budaya pacaran dan tren berpakaian yang tidak sesuai syariat, turut menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Hal ini dinilai sebagai tantangan nyata yang memerlukan pemahaman agama yang baik agar tidak menyimpang dari ajaran Islam.
Tidak hanya itu, peserta juga diingatkan tentang pentingnya menjaga kualitas ibadah, khususnya salat. Pemateri menjelaskan bahwa kurangnya kekhusyukan dalam salat sering kali disebabkan oleh pikiran yang masih terikat pada urusan dunia, sehingga diperlukan kesadaran untuk lebih fokus dalam beribadah.
Kegiatan ini juga mengangkat isu tekanan yang dihadapi generasi muda, seperti peer pressure dan pengaruh lingkungan. Dalam hal ini, pemateri menekankan pentingnya selektif dalam memilih pergaulan, karena lingkungan memiliki peran besar dalam membentuk karakter seseorang.
Lebih lanjut, kurangnya pemahaman agama serta dominasi hawa nafsu disebut sebagai faktor utama yang menyebabkan seseorang kehilangan jati dirinya. Oleh sebab itu, menuntut ilmu menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga keimanan.
Sebagai penutup, peserta diajak untuk tidak membandingkan nikmat yang dimiliki dengan orang lain, melainkan memperkuat rasa syukur. Selain itu, mereka juga didorong untuk menjadi pelopor kebaikan di lingkungan organisasi, khususnya di HMJ PAI.
Melalui kegiatan NGOPAI ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengambil hikmah serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga identitas diri sebagai muslim di tengah berbagai tantangan zaman.