Gowa, 29 September 2025 — Himpunan Mahasiswa Diploma (HMD) Kebidanan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menggelar kegiatan Kuliah Pakar bertema “Mahasiswa Kuat Bukan Berarti Harus Sempurna: Yuk Ngobrolin Mental Health Bareng Ahlinya” pada Senin (29/9/2025) di LT Universitas.
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00–12.00 WITA tersebut menghadirkan Dr. Muhammad Rusmin, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), sebagai pemateri utama. Dalam kesempatan itu, ia membawakan materi bertajuk “Psikologi Berbasis Keislaman.”
Kuliah pakar ini menjadi ruang diskusi edukatif bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya kesehatan mental dari perspektif psikologi dan nilai-nilai keislaman. Tema yang diangkat dinilai relevan dengan dinamika kehidupan mahasiswa yang kerap dihadapkan pada tekanan akademik, sosial, dan persoalan personal.
Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Rusmin menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dalam kehidupan mahasiswa dan perlu dipahami tidak hanya dari pendekatan psikologis modern, tetapi juga melalui nilai-nilai spiritual Islam.
Ia menekankan bahwa mahasiswa yang kuat bukan berarti bebas dari masalah, melainkan mampu menghadapi tekanan dengan kesadaran diri, ketahanan mental, serta menjadikan ajaran Islam sebagai sumber kekuatan dan ketenangan.
Materi yang disampaikan juga membahas hubungan antara kesehatan mental, keseimbangan emosional, dan spiritualitas, serta bagaimana prinsip-prinsip keislaman dapat menjadi pendekatan dalam membangun resiliensi dan menjaga kesehatan jiwa.
Peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan, terutama pada sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Berbagai persoalan terkait kecemasan, stres akademik, dan pengelolaan emosi menjadi topik yang banyak dibahas dalam forum tersebut.
Pihak panitia HMD Kebidanan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka ruang dialog mengenai kesehatan mental yang selama ini kerap dianggap isu sensitif, sekaligus memberikan wawasan berbasis keilmuan dan keislaman kepada mahasiswa.
Melalui kuliah pakar ini, diharapkan mahasiswa semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan mental serta memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan kampus.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi akademik lintas disiplin dalam memperkuat literasi kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi.