Gowa, (10/07/2026) — Prestasi akademik kembali diraih oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar. Tiga tenaga pendidik dari lingkungan FTK berhasil memperoleh pengakuan akademik tertinggi melalui penetapan sebagai Guru Besar dalam Rumpun Ilmu Agama. Penghargaan tersebut ditandai dengan penerbitan Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III Tahun 2025 yang akan diserahkan secara resmi pada 13 Juli 2026 di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat.
Pencapaian ini merupakan hasil dari tahapan panjang dalam proses pengusulan dan evaluasi kenaikan jabatan akademik dosen menuju tingkat profesor. Penilaian dilakukan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia bersama tim penilai yang memiliki kewenangan dalam bidang kenaikan jabatan fungsional dosen rumpun ilmu agama. Melalui serangkaian proses verifikasi dan penilaian akademik, para dosen yang memenuhi standar yang telah ditetapkan kemudian ditetapkan secara resmi melalui keputusan Menteri Agama Republik Indonesia.
Pada periode penetapan kali ini, terdapat 119 dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan di seluruh Indonesia yang mendapatkan pengakuan sebagai Guru Besar. UIN Alauddin Makassar menyumbangkan 11 nama dalam daftar tersebut, sementara tiga orang di antaranya berasal dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Hal ini menjadi salah satu indikator kuat atas peran FTK dalam meningkatkan kualitas dan pengembangan pendidikan tinggi Islam.
Tiga dosen FTK UIN Alauddin Makassar yang memperoleh penetapan Guru Besar tersebut yaitu:
- Dr. Muhammad Yahdi, M.Ag.
- Dr. Hj. Ulfiani Rahman, S.Ag., M.Si.
- Dr. Usman, M.Ag.
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Andi Achruh, M.Pd.I., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi, dedikasi, serta komitmen para dosen dalam menjalankan tugas akademik melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan FTK merupakan capaian penting yang membawa dampak positif bagi perkembangan institusi. Selain memperkuat kualitas akademik fakultas, keberadaan para guru besar juga diharapkan mampu mendorong dosen lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas dalam menghasilkan karya ilmiah, mengembangkan inovasi, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan Islam.
Dengan hadirnya tiga profesor baru, FTK UIN Alauddin Makassar semakin menunjukkan kapasitasnya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memiliki daya saing dalam bidang akademik. Para guru besar tersebut diharapkan dapat memperluas kerja sama dengan berbagai institusi, memperkuat budaya penelitian, meningkatkan publikasi ilmiah, serta menciptakan gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun global.
Penyerahan KMA Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III Tahun 2025 menjadi bentuk penghargaan negara terhadap para akademisi yang telah mencapai jenjang tertinggi dalam karier dosen. Momentum ini juga menjadi apresiasi atas kontribusi mereka dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang keagamaan.
Keberhasilan tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika FTK UIN Alauddin Makassar untuk terus membangun lingkungan akademik yang unggul, kreatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi Islam di Indonesia.